ABSTRACT In the digital era, social media can be utilized as a tool to accelerate the dissemination of information on social issues, including sexual harassment. Through educational campaigns on platforms like Instagram, students can gain a deeper understanding of the types of sexual harassment, its impacts, and prevention and response strategies. This community engagement project aims to evaluate the effectiveness of social media as an educational medium for raising awareness about sexual harassment among students at SMA Muhammadiyah 3 Watukelir, Sukoharjo. Sexual harassment among teenagers is a serious issue that demands attention, particularly in educational settings. The results of this study show that more than 80% of the students involved in the social media campaign improved their understanding of sexual harassment. Additionally, 70% of them demonstrated proactive attitudes in reporting or discussing harassment they experienced or witnessed. This project also found that social media is an effective tool for building collective awareness, though there are limitations related to internet access and digital literacy among students. The novelty of this project lies in its focus on utilizing social media as an educational tool for students in a local context, where sexual harassment is often overlooked. This project is expected to provide strategic insights for schools, teachers, and related institutions in implementing more effective educational programs through social media. Keywords: social media; gender equality; sexual harassment; women; students ABSTRAK Dalam era digital, media sosial dapat digunakan sebagai alat untuk mempercepat penyebaran informasi terkait isu-isu sosial, termasuk pelecehan seksual. Melalui kampanye edukatif di platform seperti Instagram, pelajar dapat memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang jenis-jenis pelecehan seksual, dampaknya, serta cara pencegahan dan penanganannya. Pengabdian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas penggunaan media sosial sebagai sarana edukasi dalam membangun kesadaran anti-pelecehan seksual di kalangan pelajar SMA Muhammadiyah 3 Watukelir, Sukoharjo. Pelecehan seksual di kalangan remaja merupakan isu serius yang membutuhkan perhatian, khususnya di lingkungan pendidikan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa lebih dari 80% pelajar yang terlibat dalam kampanye media sosial tersebut mengalami peningkatan pemahaman terkait pelecehan seksual. Selain itu, 70% dari mereka menunjukkan sikap proaktif dalam melaporkan atau berbicara tentang pelecehan yang mereka alami atau saksikan. Pengabdian ini juga menemukan bahwa media sosial merupakan alat yang efektif dalam membangun kesadaran kolektif, namun terdapat keterbatasan dalam hal akses internet dan pemahaman digital di antara siswa. Kebaruan dari pengabdian ini terletak pada fokusnya untuk memanfaatkan media sosial sebagai sarana edukasi bagi pelajar dalam konteks lokal, di mana pelecehan seksual masih sering diabaikan. Pengabdian ini diharapkan dapat memberikan wawasan strategis bagi sekolah, guru, dan lembaga terkait dalam mengimplementasikan program edukasi yang lebih efektif melalui media sosial. Kata Kunci: media sosial; kesetaraan gender; pelecehan seksual; perempuan; pelajar
Copyrights © 2025