Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis integrasi sastra lokal dalam kurikulum pendidikan sebagai upaya melestarikan budaya sekaligus meningkatkan apresiasi sastra di kalangan siswa. Sastra lokal memiliki nilai kearifan dan identitas budaya yang penting untuk diwariskan kepada generasi muda. Namun, dalam praktiknya, integrasi sastra lokal dalam kurikulum masih menghadapi tantangan berupa keterbatasan sumber belajar, minimnya pelatihan guru, serta kurangnya perhatian dari kebijakan pendidikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan melibatkan guru dan siswa sekolah menengah di wilayah Bima sebagai partisipan. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan kuesioner terbuka, kemudian dianalisis dengan teknik reduksi data dan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sastra lokal dapat memperkuat identitas budaya, meningkatkan literasi, serta memperkaya pengalaman estetis siswa ketika diintegrasikan dalam kurikulum. Meskipun demikian, terdapat kendala dalam implementasinya, terutama pada aspek ketersediaan media pembelajaran dan dukungan kebijakan. Oleh karena itu, penelitian ini menekankan perlunya strategi sistematis untuk mengoptimalkan integrasi sastra lokal dalam kurikulum pendidikan.
Copyrights © 2025