Film merupakan medium komunikasi yang tidak hanya mengandalkan dialog verbal, tetapi juga bahasa tubuh sebagai sarana penyampaian pesan emosional. Penelitian ini berangkat dari fenomena penggunaan bahasa tubuh dalam film Lisan yang menampilkan dinamika psikologis tokoh melalui ekspresi non-verbal. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimana penyutradaraan memanfaatkan bahasa tubuh, realisme, mise en scène, serta teknik kamera dalam memperkuat penyampaian emosi kepada penonton. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan analisis deskriptif. Data diperoleh melalui studi kepustakaan, telaah film, serta analisis visual terhadap adegan-adegan kunci. Fokus penelitian diarahkan pada pengamatan representasi bahasa tubuh, keterkaitannya dengan elemen sinematik, serta efektivitas penyutradaraan dalam menghadirkan kedalaman emosi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahasa tubuh memainkan peran sentral dalam membangun karakterisasi tokoh dan alur dramatik film. Ekspresi wajah, postur tubuh, gerakan tangan, dan kontak mata terbukti lebih efektif dibandingkan dialog dalam menyampaikan konflik batin. Penerapan pendekatan realisme, pengaturan mise en scène, serta teknik kamera yang konsisten semakin memperkuat makna emosional yang tersampaikan kepada penonton. Kesimpulannya, penyutradaraan film Lisan dinilai efektif dalam menghadirkan realitas psikologis tokoh melalui ekspresi non-verbal. Integrasi bahasa tubuh dengan elemen sinematik lain menciptakan pengalaman menonton yang imersif, komunikatif, dan emosional.
Copyrights © 2025