Sistem pembelajaran konvensional masih menghadapi keterbatasan dalam memberikan pengalaman belajar yang personal, kontekstual, dan relevan dengan kebutuhan peserta didik abad ke-21. Celah penelitian muncul karena kajian tentang sekolah alam umumnya hanya berfokus pada praktik pedagogis tanpa meninjau kontribusinya terhadap teori Inovasi Disruptif sebagai dasar pengembangan model pendidikan alternatif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran sekolah alam sebagai bentuk inovasi disruptif yang berpotensi menggantikan sebagian fungsi sistem pendidikan tradisional di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan melibatkan enam informan utama yang terdiri atas kepala sekolah, guru, dan orang tua. Data diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur, observasi kegiatan pembelajaran, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sekolah alam menghadirkan pembelajaran berbasis pengalaman yang fleksibel, partisipatif, dan berorientasi pada pengembangan kreativitas, kemandirian, serta kesadaran ekologis siswa. Kontribusi teoretis penelitian ini memperluas penerapan teori Inovasi Disruptif Christensen dalam konteks pendidikan Indonesia yang adaptif, humanis, dan berkelanjutan.
Copyrights © 2025