Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memastikan bagaimana kemampuan siswa kelas lima untuk berpikir kreatif dalam Ilmu Pengetahuan Alam dipengaruhi oleh penggunaan pembelajaran pola pikir, atau pemetaan pikiran. Kondisi pembelajaran yang berfokus pada metode ceramah, membuat kreativitas siswa dalam memahami konsep ekosistem belum berkembang secara optimal, sehingga menjadi latar belakang penelitian ini. Penelitian kuasi-eksperimental pretes-postes kelompok tunggal dilakukan dengan 28 anak kelas lima dari SD Negeri Lamper Tengah 01. Kelancaran, fleksibilitas, orisinalitas, dan elaborasi adalah empat indikator Munandar yang digunakan untuk membuat ujian deskripsi berpikir kreatif. Temuan penelitian menunjukkan dampak yang cukup besar pada berpikir kreatif setelah penggunaan model Pemetaan Pikiran, dengan skor pretes rata-rata 55,60 meningkat menjadi 81,71 pada postes. Ada hubungan yang menguntungkan antara Pemetaan Pikiran dan pertumbuhan keterampilan berpikir kreatif siswa, Berdasarkan nilai signifikansi 0,000 < 0,05 untuk Uji-T Sampel Berpasangan dan 0,001 untuk Uji Regresi Linier, siswa juga menunjukkan peningkatan dalam aktivitas belajar, kepercayaan diri saat berbicara, dan kemampuan untuk memberikan rekomendasi yang orisinal dan menyeluruh. Mengingat Profil Siswa Pancasila dan kebutuhan abad ke-21, model Pemetaan Pikiran dapat dikatakan sebagai alat yang bermanfaat bagi pendidik untuk mengembangkan kerja sama tim dan kemampuan berpikir kreatif.
Copyrights © 2025