Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tradisi ruwah desa sebagai media pembentukan akhlak anak dalam perspektif ilmu pendidikan Islam. Tradisi ruwah desa merupakan praktik sosial-keagamaan yang dilaksanakan masyarakat menjelang bulan Ramadan melalui kegiatan seperti tahlilan, ziarah kubur, kenduri, dan gotong royong. Tradisi ini memuat nilai-nilai spiritual dan sosial yang berpotensi menjadi wahana pendidikan informal bagi anak-anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi, penyajian, dan verifikasi data menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi ruwah desa mengandung sejumlah nilai pendidikan akhlak, di antaranya nilai gotong royong, empati, tanggung jawab sosial, kedisiplinan, penghormatan kepada orang tua dan leluhur, serta religiusitas. Internalisasi nilai terjadi melalui keteladanan tokoh agama dan masyarakat, pembiasaan tahunan dalam prosesi ruwah, serta partisipasi aktif anak dalam seluruh rangkaian kegiatan. Dalam perspektif pendidikan Islam, proses ini sejalan dengan prinsip tarbiyah yang meliputi qudwah (keteladanan), ta‘wid (pembiasaan), dan bi’ah tarbawiyah (lingkungan edukatif). Penelitian ini menyimpulkan bahwa tradisi ruwah desa berfungsi sebagai bentuk pendidikan karakter berbasis kearifan lokal yang efektif dalam menanamkan nilai-nilai akhlak anak secara natural, kontekstual, dan komunal.
Copyrights © 2023