Abstrak: Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia masih menjadi salah satu yang tertinggi di Asia Tenggara, jauh di atas target Millenium Development Goal (MDG). Salah satu penyebab utama kematian ibu adalah preeklampsia, yang diperkirakan insidennya di Indonesia mencapai 5,3% per tahun. Preeklampsia merupakan kondisi kompleks yang ditandai dengan hipertensi dan proteinuria setelah usia kehamilan 20 minggu, dan dapat menyebabkan berbagai komplikasi serius pada ibu dan janin, termasuk kerusakan organ dan gangguan pertumbuhan janin. Berdasarkan onsetnya, preeklampsia dibagi menjadi Preeklampsia Onset Dini (EO-PE) dan Preeklampsia Onset Lanjut (LO-PE). Laporan kasus ini membahas seorang pasien berusia 29 tahun hamil 35-36 minggu dengan riwayat preeklampsia yang datang dengan gejala preeklampsia berat. Berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik, dan hasil penunjang, pasien didiagnosis menderita Preeklampsia Berat dan diberikan penanganan medis sesuai panduan, seperti pemberian MgSO4 dan antihipertensi. Meskipun etiologi preeklampsia belum sepenuhnya dipahami, diagnosis dini dan penanganan yang cepat sangat krusial. Literatur terbaru juga menekankan bahwa setiap kasus preeklampsia berpotensi berbahaya, sehingga klasifikasi 'ringan' tidak lagi digunakan. Edukasi pasien dan pemantauan ketat merupakan kunci untuk menurunkan morbiditas dan mortalitas.
Copyrights © 2026