Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) merupakan individu yang memiliki keterbatasan fisik, mental, maupun sosial yang memerlukan pendampingan khusus, baik di lingkungan sekolah maupun keluarga. Dalam perspektif sosiologi keluarga, orang tua memiliki peran sosial yang penting dalam mendukung proses belajar dan sosialisasi anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran sosial orang tua dalam pendampingan belajar ABK di Kabupaten Bondowoso dengan menggunakan Family Role Theory dari Reuben Hill dan Ira L. Reiss. Teori ini memandang keluarga sebagai sistem peran sosial yang diorganisasikan berdasarkan norma dan harapan sosial (role expectation), di mana setiap anggota keluarga menjalankan perannya melalui proses penyesuaian dan negosiasi sosial. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, dengan penentuan informan menggunakan teknik purposive sampling yang melibatkan informan primer dan sekunder. Hasil penelitian diharapkan dapat menggambarkan dinamika peran sosial orang tua sebagai pendidik, pendamping, dan mediator sosial bagi ABK, serta memperlihatkan bagaimana keluarga menegosiasikan fungsi sosialnya di tengah tuntutan pendidikan dan lingkungan masyarakat. Kata Kunci: peran sosial, orang tua, anak berkebutuhan khusus, sosiologi keluarga, Family Role Theory
Copyrights © 2025