Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat keterbukaan siswa dalam pelaksanaan konseling individu. Dalam praktiknya, banyak siswa cenderung menyembunyikan permasalahan serta menahan informasi penting mengenai diri mereka saat mengikuti konseling individu. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Subjek penelitian terdiri atas empat siswa yang pernah mengikuti layanan konseling individu. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tiga tahap, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Triangulasi sumber dilakukan pada siswa, wali kelas, dan guru BK, sedangkan triangulasi teknik menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat keterbukaan siswa dalam konseling individu masih rendah; banyak siswa belum jujur, merasa malu, dan takut untuk mengungkapkan permasalahannya kepada guru BK selama proses konseling berlangsung.
Copyrights © 2025