Tulisan ini mengkaji potensi penerapan ekonomi hijau di Tanah Papua melalui pendekatan yang berlandaskan pada kearifan lokal masyarakat adat. Papua, dengan keanekaragaman hayati dan ekosistem hutannya yang luar biasa, menghadapi tantangan berat akibat eksploitasi sumber daya alam yang tidak berkelanjutan. Model pembangunan ekonomi konvensional sering kali mengabaikan nilai-nilai budaya dan ekologis, Ssehingga menyebabkan deforestasi dan kerusakan lingkungan. Oleh karena itu, tulisan ini bertujuan untuk merumuskan model alternatif yang mengintegrasikan konservasi hutan dengan pengembangan ekonomi. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kasus, dan observasi partisipatif di beberapa sumber literatur tentang Papua. Hasil menunjukkan bahwa kearifan lokal, yang berakar pada pandangan hidup yang memandang alam sebagai bagian integral dari identitas dan keberlangsungan hidup, adalah fondasi yang kuat untuk membangun ekonomi sirkular berbasis alam. Penerapan konsep ini dapat diwujudkan melalui beberapa strategi, antara lain: (1) Inisiatif dan Proyek Ekonomi Hijau Unggulan di Papua di dalamnya ada Sektor Pertanian Berkelanjutan dan Kearifan Lokal, Pengembangan Energi Terbarukan, Membangun Pariwisata Ramah Lingkungan ; (2) Penguatan Fondasi Sosial: Partisipasi Masyarakat Adat dan Komunitas Lokal, serta (3) analisis studi kasus dan praktik terbaik. Kesimpulannya, menggerakkan ekonomi hijau di Papua tidak hanya tentang menciptakan sumber pendapatan baru, tetapi juga tentang pengakuan dan penghormatan terhadap hak-hak dan pengetahuan tradisional masyarakat adat.
Copyrights © 2025