Kanker tetap menjadi tantangan kesehatan global dengan terapi konvensional yang seringkali menimbulkan efek samping serius. Senyawa alam menawarkan potensi sebagai sumber agen antikanker baru yang lebih aman dan selektif. Artikel review ini membahas peran Kimia Medisinal Komputasi, khususnya teknik molecular docking, dalam mengidentifikasi senyawa alam Indonesia sebagai kandidat antikanker. Metode penulisan menggunakan tinjauan literatur sistematis dari database Google Scholar, ScienceDirect, dan PubMed (tahun 2021-2025), yang menyaring 11 artikel relevan untuk dianalisis. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendekatan in silico ini berfungsi sebagai filter awal yang efisien untuk memprediksi interaksi senyawa (seperti Squalene, Tetradec-13-en-11-yn-1-ol, dan ?-Bourbonene) dengan reseptor target kanker (seperti EGFR, HER2, dan ER-?). Pipeline penelitian yang dijalani bersifat integratif, mencakup analisis afinitas ikatan, prediksi profil farmakokinetik dan toksisitas (ADMET), serta validasi stabilitas kompleks melalui simulasi dinamika molekuler. Simpulannya, Kimia Medisinal Komputasi merevolusi penemuan obat antikanker dengan menjadikannya lebih rasional dan terarah, meskipun validasi eksperimental tetap mutlak diperlukan untuk mengonfirmasi potensi kandidat senyawa yang diidentifikasi.
Copyrights © 2025