Studi kasus ini mengeksplorasi dan menangani masalah depresi mayor yang dialami seorang ibu rumah tangga (50 tahun) yang telah berlangsung kronis selama lebih dari 10 tahun. Klien datang dengan keluhan dominan berupa anhedonia, kelelahan emosional, kesulitan tidur, kehilangan minat beraktivitas, hingga muncul ide bunuh diri. Keluhan ini dipicu oleh relasi pernikahan yang disfungsional dan beban pengasuhan yang soliter. Tujuannya adalah untuk menganalisis dinamika psikologis, menegakkan diagnosis klinis, dan memberikan intervensi yang relevan. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan teknik observasi, wawancara, dan tes psikologis (DASS-42, BDI, WAIS, Tes Grafis, CAQ). Hasil asesmen menunjukkan klien berada pada kategori depresi sangat parah (DASS-42 skor 31) dan depresi berat (BDI skor 33). Dinamika psikologis mengindikasikan adanya kecenderungan supresi emosi yang diperparah oleh stressor relasional, sehingga diagnosis ditegakkan sebagai Kecenderungan Gangguan Depresi Mayor, Berulang, Sedang. Intervensi berbasis Cognitive Behavioral Therapy (CBT) yang berfokus pada pelatihan regulasi emosi, modifikasi automatic thoughts negatif, dan penguatan coping adaptif menunjukkan efektivitas awal dengan penurunan intensitas pikiran negatif dan peningkatan pemahaman diri klien, namun direkomendasikan tindak lanjut berkelanjutan dengan psikolog klinis untuk penanganan yang lebih spesifik.
Copyrights © 2025