Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui secara pasti tindakan tepat yang harus dilakukan perawatan sistem AC yang rutin di lakukan service maupun yang tidak pada Mobil Honda Brio Satya Tipe-E (M/T). Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif, dengan metodologi analisis data yang melibatkan pengolahan dan penyajian informasi menggunakan aplikasi SPSS. Penelitian ini berfokus pada komponen sistem AC mobil yang berfungsi untuk mendinginkan suhu kabin kendaraan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interval perawatan berdasarkan analisis SPSS yang dilihat dari jarak tempuh (km), komponen air flow, suhu blower, dan suhu kisi-kisi blower menunjukkan bahwa jika perawatan tidak dilakukan pada jarak yang telah ditentukan, maka tidak terjadi kerusakan langsung, namun fungsi pendinginan AC mengalami penurunan. Namun demikian, perawatan rutin tetap dianjurkan agar sistem AC dapat beroperasi secara optimal dan memiliki umur pakai yang lebih panjang. Koefisien korelasi (R) sebesar 0,312 menunjukkan hubungan yang lemah antara variabel kopling magnetik dan jarak tempuh kendaraan. Koefisien determinasi (R²) sebesar 0,097 menunjukkan bahwa variabel magnetic clutch hanya memengaruhi jarak tempuh sebesar 9,7%, sementara 90,3% sisanya dipengaruhi oleh variabel non-penelitian.
Copyrights © 2025