Penanaman sopan santun pada anak usia dini penting sebagai dasar pembentukan karakter, moral, dan kemampuan sosial. Namun, perubahan gaya hidup sering membuat anak kurang terbiasa bersikap santun. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan peran guru sebagai living example dalam pengembangan sopan santun anak. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi lapangan. Subjek penelitian meliputi guru, kepala sekolah, dan anak-anak di TK. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara tematik dan deskriptif. Hasil menunjukkan empat peran utama guru: yaitu: (1) guru konsisten menunjukan sikap sopan dalam setiap interaksi, (2) membangun kebiasaan positif melalui keteladanan bukan sekedar intruksi, (3) menjadi panutan dalam menghadapi konflik atau situasi sosial dengan sikap tenang dan menghargai, serta (4) memberi penguatan positif terhadap perilaku sopan yang dilakukan anak. Keempat peran ini menumbuhkan kebiasaan hormat, disiplin, dan empati anak. Implikasinya, keteladanan guru menjadi strategi efektif dalam membentuk karakter anak secara alami.
Copyrights © 2025