Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah mendorong transformasi signifikan dalam strategi pemasaran, termasuk pada sektor pertanian dan UMKM. Digital marketing dinilai mampu memperluas jangkauan pasar, meningkatkan interaksi dengan konsumen, serta menekan biaya promosi. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh strategi pemasaran digital terhadap peningkatan penjualan produk Gula Semut Cenreanging di Desa Maddenra, Kabupaten Sidenreng Rappang. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif. Populasi penelitian berjumlah 102 konsumen, dengan sampel 51 responden yang ditentukan melalui rumus Slovin dengan tingkat kesalahan 10%. Data dikumpulkan melalui observasi, studi pustaka, dan penyebaran kuesioner berbasis skala Likert, kemudian dianalisis menggunakan SPSS melalui uji validitas, reliabilitas, uji asumsi klasik, serta regresi linier sederhana. Hasil analisis menunjukkan bahwa strategi pemasaran digital memperoleh penilaian sangat baik dengan rata-rata persentase 85,2%, terutama pada indikator fleksibilitas metode pembayaran. Sementara itu, variabel peningkatan penjualan juga berada pada kategori sangat baik dengan rata-rata 87,3%. Namun, hasil regresi linier sederhana mengindikasikan bahwa strategi pemasaran digital tidak berpengaruh signifikan terhadap peningkatan penjualan, dengan kontribusi hanya 0,3% berdasarkan nilai R². Temuan ini menunjukkan bahwa faktor lain, seperti kualitas produk, desain kemasan, branding, dan jaringan distribusi, lebih dominan memengaruhi penjualan. Dengan demikian, digital marketing masih berperan sebagai pendukung yang perlu diintegrasikan dengan strategi bauran pemasaran lain untuk mendorong peningkatan penjualan secara berkelanjutan. Kata Kunci : branding, digital marketing, gula semut, pemasaran, penjualan
Copyrights © 2025