Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh edukasi sekolah dan standar masyarakat terhadap sikap remaja dalam mencegah pernikahan usia dini di Desa Caringin, Kecamatan Cisolok, Sukabumi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner yang disebarkan kepada 86 responden yang merupakan remaja di desa tersebut. Variabel independen yang diteliti adalah edukasi sekolah dan standar masyarakat, sedangkan variabel dependen adalah sikap dalam mencegah pernikahan usia dini. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa baik edukasi sekolah maupun standar masyarakat secara parsial maupun simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap sikap remaja dalam menolak pernikahan di usia dini. Temuan ini mengindikasikan bahwa pendidikan formal yang memadai serta dukungan norma sosial yang progresif dapat mendorong kesadaran remaja untuk menunda pernikahan hingga usia matang. Penelitian ini merekomendasikan penguatan kurikulum pendidikan kesehatan reproduksi dan peningkatan keterlibatan tokoh masyarakat dalam kampanye pencegahan pernikahan dini.
Copyrights © 2025