Perjodohan paksa masih banyak terjadi di Indonesia dan kerap dibalut denganalasan budaya atau kehendak orang tua, meskipun seringkali mengabaikan keinginanindividu. Praktik ini dapat menimbulkan dampak psikologis dan sosial serius, sepertitekanan batin hingga Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT). Berdasarkan keprihatinanterhadap isu tersebut, penulis menyuarakan keresahan melalui karya film Pendek.Pendekatan visual eksperimental digunakan dengan eksplorasi kontras pencahayaanserta desain audio untuk merepresentasikan konflik batin yang dialami individu. Karya inidiharapkan menjadi media refleksi dan pemicu diskusi kritis terkait kebebasan dalammenentukan pasangan hidup.Kata kunci: perjodohan paksa, film eksperimental, pencahayaan, tekanan psikologis,KDRT
Copyrights © 2025