Standar kecantikan yang dominan dalam masyarakat sering kali bersifat diskriminatif dantidak inklusif, terutama terhadap individu dengan warna kulit gelap. Pandangan ini tidak hanyamenimbulkan ketidakadilan, tetapi juga kerap memicu perilaku bullying, yang berdampaksignifikan terhadap menurunnya kepercayaan diri serta terganggunya kesehatan mentalseseorang. Tugas Akhir ini mengangkat tema self-acceptance sebagai bentuk respons kritisterhadap tekanan tersebut. Melalui pendekatan seni lukis dan penggunaan teknik mix media padamedium kaca, karya ini merepresentasikan pengalaman personal penulis dalam menghadapistigma kecantikan dan proses menemukan serta menerima jati diri secara utuh. Karya dituangkandalam tiga seri lukisan yang masing-masing menggambarkan tahap emosional berbeda dalamperjalanan menuju penerimaan diri. Dengan visual yang bersifat simbolik dan reflektif, karya inidiharapkan mampu membangun kesadaran kolektif serta membuka ruang dialog bagi audiensterkait pentingnya mendekonstruksi standar kecantikan yang sempit.Kata kunci: Standar kecantikan, bullying, self-acceptance, seni lukis, representasi visual.
Copyrights © 2025