Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Kecamatan Suhaid, Kabupaten Kapuas Hulu,Kalimantan Barat, telah menimbulkan kerusakan serius terhadap lingkungan dan kehidupan sosialmasyarakat setempat. Perubahan kondisi sungai, pencemaran air, serta konflik sosial menjadirealitas sehari-hari yang turut membentuk keresahan personal penulis sebagai warga lokalsekaligus seniman. Menanggapi situasi tersebut, penciptaan karya ini dilakukan sebagai bentukekspresi dan refleksi atas dampak yang ditimbulkan oleh aktivitas PETI. Melalui pendekatan mixmedia dalam bingkai seni kontemporer, karya dikembangkan melalui proses konseptual yangberangkat dari pengalaman pribadi, riset lapangan, serta eksplorasi media dan bentuk. Prosesvisualisasi ini bertujuan menerjemahkan gagasan ke dalam bentuk akhir yang bersifat reflektif,komunikatif, dan terbuka untuk dimaknai oleh penonton. Melalui karya ini, penulis berharapdapat mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kondisi lingkungan serta menyadaridampak yang ditimbulkan oleh aktivitas tambang emas ilegal yang kian masif di wilayah tersebut.Kata kunci: Tambang emas ilegal, Kecamatan Suhaid, degradasi lingkungan, mix media, senikontemporer
Copyrights © 2025