Ada kekhawatiran kesehatan baru akibat populasi lanjut usia di Indonesia, terutama terkait dengan penyakit degeneratif seperti asam urat. Karena kurangnya aktivitas fisik dan pola makan tinggi purin, lansia berisiko lebih tinggi terkena penyakit metabolik. Mengedukasi lansia, mengintervensi pola makan mereka, dan mendorong mereka untuk berolahraga merupakan bagian dari Program Promosi Kesehatan Terpadu untuk Pencegahan Asam Urat yang menjadi fokus pengabdian layanan masyarakat ini. Program pengabdian ini menggunakaan metodologi kuantitatif berdasarkan desain eksperimental pre-test dan post-test. Bertempat di Posyandu Dewi Sartika, Desa Sumbersari, Kota Malang, sebanyak 50 lansia dipilih secara acak untuk mengikuti kegiatan. Data yang dikumpulkan dari survei pretest dan posttest dianalisis menggunakan Paired Samples T-Test dalam SPSS. Dengan nilai signifikansi (Sig. < 0.001), hasil menunjukkan bahwa program tersebut secara efektif meningkatkan kesadaran lansia akan pentingnya diet rendah purin, aktivitas fisik teratur, dan pemeriksaan kesehatan rutin, karena skor pengetahuan rata-rata meningkat dari 77 menjadi 87 setelah kegiatan. Pada akhirnya, pencegahan kolesterol dan pemeliharaan kesehatan lansia dapat dicapai secara efektif melalui promosi kesehatan komprehensif.
Copyrights © 2025