Penelitian ini menganalisis pengaruh Fear of Missing Out (FoMO) penggunaan media sosial terhadap Psychological Well-Being pada pemuda-pemudi GMIM di Wilayah Manado Selatan. Latar belakang penelitian didasarkan pada tingginya penggunaan media sosial dan kekhawatiran akan dampaknya terhadap kesejahteraan mental generasi muda. Jenis penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi sebanyak 182 pemuda dari empat jemaat GMIM, dengan sampel 65 responden menggunakan Stratified Random Sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner dengan Skala Likert, dianalisis menggunakan regresi linier sederhana dengan SPSS 25.0. Hasil penelitian menunjukkan nilai konstanta 51,096 dan koefisien regresi 0,654 dengan signifikansi 0,000, membuktikan pengaruh signifikan FoMO terhadap Psychological Well-Being. Nilai R Square 0,661 menunjukkan FoMO menjelaskan 66,1 persen varians Psychological Well-Being, sementara 33,9 persen dipengaruhi faktor lain. Kesimpulannya, FoMO penggunaan media sosial berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Psychological Well-Being pemuda-pemudi gereja, memerlukan intervensi kesehatan mental berbasis komunitas.
Copyrights © 2025