Artikel ini menyajikan temuan dari sebuah studi yang mengkaji dampak berbagai gaya komunikasi orang tua terhadap perkembangan karakter remaja. Penelitian ini dilakukan di sebuah desa terpencildi Boyolali, Jawa Tengah, di mana akses internet masih sulit, sehingga komunikasi keluarga sebagian besar dilakukan secara tatap muka. Penelitian ini melibatkan 30 keluarga dengan remaja berusia 12 hingga 18 tahun. Partisipan dan sumber data penelitian terdiri dari remaja dari 30 rumah tangga tersebut. Data dikumpulkan melalui observasi, survei, dan dokumentasi untuk menilai pandangan remaja tentang gaya interaksi orang tua dalam keluarga dan perkembangan karakter mereka. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode simple random sampling. Temuan studi ini menunjukkan bahwa metode komunikasi interaksional perlu ditingkatkan, terutama terkait interaksi orang tua-anak, untuk mendorong perkembangan karakter anak. Studi ini menunjukkan bahwa organisasi pendidikan masyarakat perlu menciptakan inisiatif pengasuhan anak untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan orang tua dalam membina pertumbuhan karakter anak. Orang tua harus meningkatkan komunikasi dan menjadi teladan bagi anak-anak mereka. Bersamaan dengan itu, peneliti mendatang seharusnya mengeksplorasi aspek tambahan yang belum diperiksa oleh peneliti dalam penelitian ini.
Copyrights © 2025