Kelompok Tani Lestari di Desa Tegalrejo, Kecamatan Selopuro, Kabupaten Blitar menghadapi permasalahan keterbatasan pakan hijauan pada musim kemarau serta rendahnya pemanfaatan limbah pertanian yang melimpah di wilayah tersebut. Permasalahan juga menimbulkan produksi ternak dan efisiensi usaha peternakan rakyat. Program pengabdian berfokus pada aktifitas improvisasi petani dengan praktrk dan monitoring pembuatan silase berbasis limbah pertanian sebagai strategi penyediaan pakan berkelanjutan. Metode yang digunakan adalah Community-Based Participatory Action Research (CBPAR) dengan tahapan meliputi transfer teknologi silase, pelatihan teknis pembuatan silase berbasis learning by doing, praktik produksi kolektif, serta evaluasi pra dan pasca intervensi terhadap pengetahuan dan keterampilan peserta. Hasil kegiatan menghasilkan adanya kenaikan rata-rata kemampuan teknis sebesar 71,3%, yang mencerminkan efektivitas pendekatan partisipatif dalam mendorong adopsi inovasi. Program ini juga berdampak pada peningkatan ketersediaan pakan, pengurangan pembakaran limbah pertanian, serta penguatan kelembagaan kelompok dalam pengelolaan pakan. Kegiatan ini diharapkan menjadi model pemberdayaan petani berbasis sumber daya lokal yang berkelanjutan di tingkat desa
Copyrights © 2025