Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Optimalisasi Limbah Pertanian Sebagai Pakan Fermentasi Untuk Meningkatkan Keberlanjutan Peternakan Rakyat Di Kelompok Tani Lestari Tri Endrawati; Alfan Setya Winurdana; Galih Setya Saputra
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 4 No. 4 (2025): November
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/be708h53

Abstract

Kelompok Tani Lestari di Desa Tegalrejo, Kecamatan Selopuro, Kabupaten Blitar menghadapi permasalahan keterbatasan pakan hijauan pada musim kemarau serta rendahnya pemanfaatan limbah pertanian yang melimpah di wilayah tersebut. Permasalahan juga menimbulkan produksi ternak dan efisiensi usaha peternakan rakyat. Program pengabdian berfokus pada aktifitas improvisasi petani dengan praktrk dan monitoring pembuatan silase berbasis limbah pertanian sebagai strategi penyediaan pakan berkelanjutan. Metode yang digunakan adalah Community-Based Participatory Action Research (CBPAR) dengan tahapan meliputi transfer teknologi silase, pelatihan teknis pembuatan silase berbasis learning by doing, praktik produksi kolektif, serta evaluasi pra dan pasca intervensi terhadap pengetahuan dan keterampilan peserta. Hasil kegiatan menghasilkan adanya kenaikan rata-rata kemampuan teknis sebesar 71,3%, yang mencerminkan efektivitas pendekatan partisipatif dalam mendorong adopsi inovasi. Program ini juga berdampak pada peningkatan ketersediaan pakan, pengurangan pembakaran limbah pertanian, serta penguatan kelembagaan kelompok dalam pengelolaan pakan. Kegiatan ini diharapkan menjadi model pemberdayaan petani berbasis sumber daya lokal yang berkelanjutan di tingkat desa
Evaluasi Implementasi P2L dalam Meningkatkan Ketahanan Pangan Keluarga pada KWT Kota Blitar Palupi Puspitorini; Tri Endrawati; Alvita Sekar Sarjani; Ana Amiroh; Ramadhanty Cahyaning Rizky; Farra Dila Maharani
Kontibusi: Jurnal Kontribusi Kepada Masyarakat Vol 6 No 1 (2026): July, Science Contribution to Society Journal
Publisher : Universitas Islam Balitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35457/scs.v6i1.5759

Abstract

This community service activity aimed to evaluate the implementation of the Sustainable Food Yard (Pekarangan Pangan Lestari/P2L) program by Women Farmer Groups in strengthening household food security in Blitar City. A quantitative approach was employed through a survey of 30 group members using structured questionnaires, observations, and documentation. Data were analyzed using descriptive statistics to assess participation, program effectiveness, and its impact on household food security. The results showed an 83.3% participation rate, with an average yard utilization of 25 m² per household. The program increased household food availability by 37.5% and expanded crop diversity from an average of three to seven plant species. Furthermore, 68.3% of households became self-sufficient in vegetable consumption, participants’ knowledge increased by 41.2%, household food expenditures decreased by IDR 150,000–300,000 per month, and program sustainability reached 76.7% after six months, despite limitations in facilities and technical assistance.
PENGARUH KONSENTRASI DAN FREKUENSI APLIKASI PUPUK BIONANOFERTILIZER PADA PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KEDELAI (Glycine max L.) VARIETAS DETAP-1 Lenny Dwi Sekar Arum; Palupi Puspitorini; Army Dita Serdani; Tri Endrawati; Agung Setya Wibowo
Agriculture Vol. 21 No. 1 (2026): Jurnal Agriculture
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/agrotek.v21i1.11218

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh konsentrasi, frekuensi aplikasi, dan interaksi keduanya terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai (Glycine max L.) varietas Detap-1. Permasalahan penelitian difokuskan pada upaya meningkatkan produktivitas kedelai melalui penerapan pupuk bionanofertilizer dengan konsentrasi dan frekuensi aplikasi yang tepat. Penelitian dilaksanakan di Desa Rejowinangun, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar pada Juni–November 2025 menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan dua faktor, yaitu konsentrasi pupuk bionanofertilizer (6, 9, dan 12 ml l⁻¹) serta frekuensi aplikasi (1, 2, dan 3 minggu sekali). Setiap kombinasi perlakuan diulang tiga kali. Data dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji Duncan pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi konsentrasi dan frekuensi aplikasi memengaruhi pertumbuhan vegetatif dan komponen hasil tanaman kedelai. Kombinasi konsentrasi 6 mL L⁻¹ dengan frekuensi aplikasi satu minggu sekali memberikan respons terbaik terhadap tinggi tanaman, diameter batang, jumlah polong, berat polong, jumlah biji, bobot biji, dan bobot 100 biji. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kombinasi tersebut berpotensi menjadi strategi pemupukan yang efektif untuk meningkatkan pertumbuhan dan produktivitas tanaman kedelai. Kata Kunci: bionanoferlizer; frekuensi; konsentrasi_bionanofertilizer; kedelai
PENGARUH PENGUNAAN BIOMATRICONDITIONING DAN DEFOLIASI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KYURI (Cucumis sativus L.) Tri Endrawati; Agung Nugroho
Viabel : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 19 No 1 (2025): Mei 2025
Publisher : Universitas Islam Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35457/viabel.v19i1.4540

Abstract

Kyuri (Cucumis sativus L.) merupakan varietas mentimun yang bernilai ekonomi tinggi dan memiliki potensi ekspor, namun produksinya di Indonesia mengalami penurunan akibat mutu buah rendah dan hasil panen yang belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh biomatriconditioning dan defoliasi terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman Kyuri, serta interaksinya. Biomatriconditioning merupakan perlakuan fisiologis benih menggunakan agens hayati seperti Beauveria sp., Trichoderma sp., dan Mikoriza sp., yang bertujuan meningkatkan vigor benih dan efisiensi serapan hara. Defoliasi dilakukan sebagai upaya untuk mengarahkan distribusi fotosintat ke organ generatif dengan memangkas daun bagian bawah. Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial digunakan dalam metode penelitian ini dengan dua faktor, yaitu tiga jenis biomatriconditioning dan tiga taraf defoliasi, menghasilkan 9 kombinasi perlakuan dengan 3 ulangan. Penelitian ini menunjukkan hasil bahwa perlakuan kombinasi biomatriconditioning Trichoderma sp. dan defoliasi delapan daun bawah (B1M2) memberikan pengaruh terbaik tinggi tanaman (162,13 cm), jumlah daun (22,44 helai), diameter batang (11,37 mm), jumlah buah (8,67 buah/tanaman), bobot buah (904,50 gram/tanaman), dan panjang buah (28,14 cm). Perlakuan ini mampu meningkatkan pertumbuhan vegetatif dan hasil generatif tanaman Kyuri secara signifikan. Temuan ini menegaskan bahwa penerapan biomatriconditioning berbasis agens hayati dan teknik defoliasi merupakan pendekatan agronomis yang efektif dan berkelanjutan dalam meningkatkan produktivitas tanaman Kyuri.
EFEKTIFITAS BIOMATRICONDITIONING BENIH DENGAN BAKTERI INDIGENOUS DAN BIONANOFERTILIZER UNTUK MENINGKATKAN PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KEDELAI (Glycine max (L.) Merr.) Agung Setya Wibowo; Army Dita Serdani; Tri Endrawati; Palupi Puspitorini
Viabel : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 19 No 2 (2025): November 2025
Publisher : Universitas Islam Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35457/rwkgr524

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh biomatriconditioning benih dengan bakteri indigenous dan aplikasi bionanofertilizer terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai (Glycine max (L.) Merr.). Penelitian dilaksanakan menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) faktorial dengan dua faktor, yaitu biomatriconditioning (S1: Basillus sp., S2: Pseudomonas sp., S3: Azotobacter sp.) dan bionanofertilizer (B1: 0 ml/L, B2: 6 ml/L, B3: 12 ml/L, B4: 18 ml/L). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan S2B2 (Pseudomonas sp. + bionanofertilizer 6 ml/L) memberikan hasil terbaik pada parameter pertumbuhan vegetatif dengan tinggi tanaman 62,61 cm, jumlah daun 30,67 helai, dan diameter batang 71,67 mm pada 5 MST. Selain itu, perlakuan tersebut juga berpengaruh nyata terhadap hasil, yaitu peningkatan jumlah polong, bobot biji per tanaman, dan bobot 100 biji. Hasil ini menunjukkan adanya efek sinergis antara bakteri Pseudomonas sp. yang berperan sebagai pemacu pertumbuhan tanaman dan bionanofertilizer yang meningkatkan efisiensi penyerapan nutrisi. Dengan demikian, kombinasi biomatriconditioning dan bionanofertilizer berpotensi digunakan sebagai strategi inovatif untuk meningkatkan produktivitas kedelai secara berkelanjutan.
PENGARUH TRICHODHERMA sp. TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN MELON var Honey Orange DI GREENHOUSE UNISBA Army Dita Serdani; Palupi Puspitorini; Tri Endrawati; Eko Siswanto; Eko Wahyu Budiman
Viabel : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 19 No 2 (2025): November 2025
Publisher : Universitas Islam Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35457/bdqhjk28

Abstract

Melon (Cucumis melo L.) Honey Orange variety is a horticultural commodity with superior taste, aroma, and nutritional content, but its productivity is relatively low. The purpose of this study was to examine the effect of various doses of Trichoderma sp. on the growth and yield of melon plants of the Honey Orange variety. The study used a Randomized Block Design (RBD) with six treatments, namely T0 = without Trichoderma sp., T1 = 5 g/L, T2 = 10 g/L, T3 = 15 g/L, T4 = 20 g/L, and T5 = 25 g/L. The parameters observed were the number of leaves (leaflets), stem diameter (cm), fruit diameter (cm), and fruit weight (g). The data obtained were analyzed using analysis of variance, followed by Duncan's Test at the 5% level. The results of this study showed that the administration of Trichoderma sp. had a significant effect on all observed growth and yield parameters. The T3 treatment (15 g/L) was the most effective treatment, with an increase in the number of leaves and stem diameter, and produced the highest fruit diameter and fruit weight, namely 36.48 cm and 876 g, respectively. Thus, the application of Trichoderma sp. at a dose of 15 g/L can be recommended as the optimum dose to increase the growth and productivity of the Honey Orange melon variety.