Produktivitas a1at tangkap pukat cincin (purse seine) di Pelabuhan Perikanan Lonrae, Kabupaten Bone, penting dilakukan mengingat peran dominan alat ini dalam penangkapan ikan pelagis serta kontribusinya terhadap produksi perikanan daerah. Produktivitas purse seine diketahui dipengaruhi oleh kondisi oseanografi, teknik pengoperasian, jumlah trip, serta komposisi jenis ikan, sehingga pengukuran komprehensif diperlukan untuk menilai efektivitas dan keberlanjutannya. Penelitian ini bertujuan menganalisis produktivitas hasil tangkapan dan komposisi jenis ikan yang didaratkan oleh unit purse seine. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif melalui pengumpulan data primer dan sekunder. Data primer mencakup hasil tangkapan, jenis ikan, dan jumlah trip dari 30 responden yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data sekunder diperoleh dari dokumentasi PPI Lonrae mengenai jumlah unit alat tangkap dan produksi perikanan. Produktivitas dihitung menggunakan rumus Catch per Unit Effort (CPUE), sedangkan komposisi jenis dianalisis menggunakan proporsi jumlah ikan tiap spesies terhadap total hasil tangkapan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total hasil tangkapan mencapai 5.000–7.000 kg per periode dengan 2–3 trip penangkapan, menghasilkan produktivitas 1.250–2.500 kg/trip. Komposisi ikan didominasi oleh ikan layang (23.932–33.819 ekor), diikuti tongkol (16.000–21.000 ekor), sedangkan kembung dan cakalang merupakan tangkapan sampingan dengan jumlah lebih kecil. Purse seine memiliki produktivitas tinggi dan komposisi tangkapan yang didominasi pelagis kecil hingga sedang. Meskipun efektif, pengoperasian alat tangkap perlu tetap memperhatikan aspek keberlanjutan dan pengelolaan sumber daya agar produksi dapat dipertahankan dalam jangka panjang.
Copyrights © 2025