Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan untuk menjawab permasalahan terbatasnya jangkauan pemasaran produk tenun Sa’dan Tobaranna yang selama ini hanya bergantung pada kunjungan wisatawan dan kerja sama dengan toko-toko lokal. Minimnya literasi digital, belum adanya akun pemasaran resmi, serta tidak tersedianya dokumentasi produk yang layak menjadi kendala utama yang menghambat pengembangan pemasaran. Program pendampingan dilakukan melalui empat tahapan, yaitu perencanaan, pelaksanaan pendampingan, implementasi, dan evaluasi. Pendampingan berfokus pada pengenalan media sosial sebagai sarana digital marketing, pengumpulan dokumentasi visual, bantuan teknis pembuatan konten, pembuatan akun Instagram, serta penyusunan konten dan katalog digital. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pelaku usaha mulai mampu mengoperasikan media sosial secara mandiri, menghasilkan konten visual sederhana, dan memanfaatkan Instagram sebagai kanal promosi. Dua akun pemasaran, yaitu @toko_turu dan @tenun_laibulu, berhasil dikembangkan dan menunjukkan peningkatan aktivitas melalui unggahan produk, storytelling motif, serta interaksi dengan calon pembeli. Evaluasi menunjukkan adanya peningkatan engagement dan minat konsumen yang menjadi indikasi awal efektivitas media sosial dalam memperluas jangkauan pemasaran. Dengan demikian, pendampingan pemasaran digital ini tidak hanya meningkatkan kapasitas pelaku usaha, tetapi juga mendukung pelestarian budaya tenun Toraja melalui pemanfaatan teknologi digital.
Copyrights © 2025