Program bantuan sosial merupakan instrumen kebijakan pemerintah untuk mengurangi kesenjangan sosial dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Namun, efektivitas program ini kerap diperdebatkan, terutama terkait ketidaktepatan sasaran, transparansi, dan politisasi bantuan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi mahasiswa Program Studi Pembangunan Sosial Universitas Mulawarman terhadap program bantuan sosial. Menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui kuesioner dengan skala Likert dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan ANOVA (analysis of variance). Hasil analisis ANOVA menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan dalam pemahaman mahasiswa terhadap aspek-aspek tersebut berdasarkan semester yang mereka tempuh. Berdasarkan analisis menggunakan statistika deskriptif di dapatkan bahwa mahasiswa memiliki pemahaman yang cukup baik terhadap program bantuan sosial, namun skeptis terhadap transparansi dan akuntabilitas implementasinya. Politisasi bantuan sosial juga menjadi perhatian utama, di mana mahasiswa menilai bahwa bantuan sering dimanfaatkan untuk kepentingan politik. Meskipun demikian, mayoritas responden berharap agar program bantuan sosial lebih berfokus pada pemberdayaan masyarakat dan keberlanjutan jangka panjang. Dengan demikian, penelitian ini memberikan wawasan tentang bagaimana generasi muda, khususnya mahasiswa pembangunan sosial, menilai kebijakan sosial pemerintah. Rekomendasi yang diberikan mencakup peningkatan transparansi, akurasi data penerima, serta upaya untuk mencegah politisasi bantuan sosial guna mencapai tujuan kesejahteraan yang lebih adil dan berkelanjutan.
Copyrights © 2025