Abstrak. Penelitian ini bertujuan memahami secara mendalam fenomena kecemasan sosial yang dialami mahasiswa dalam konteks komunikasi akademik, khususnya saat berbicara di depan umum. Kecemasan sosial kerap menjadi kendala utama yang mengganggu kelancaran berbicara, menurunkan kepercayaan diri, dan memengaruhi kemampuan berpikir saat presentasi atau diskusi kelas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan analisis hermeneutika Friedrich Schleiermacher yang menitikberatkan pada dua dimensi interpretasi, yaitu gramatikal (struktur bahasa dan pilihan kosakata) serta psikologis (pemaknaan emosional dan kesadaran diri subjek). Data penelitian berupa sebelas pernyataan reflektif mahasiswa yang dianalisis melalui pembacaan mendalam dan interpretasi kontekstual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecemasan sosial muncul dalam tiga fase utama: sebelum berbicara (kecemasan antisipatif dan rasa takut dinilai), saat berbicara (gangguan konsentrasi dan kelupaan), serta setelah berbicara (penyesalan dan refleksi negatif). Bahasa yang digunakan subjek mencerminkan pola emosional yang berulang antara keinginan tampil baik dan rasa takut melakukan kesalahan. Melalui analisis hermeneutik, ditemukan bahwa struktur bahasa menjadi cermin dinamika psikologis subjek dalam memahami dirinya. Penelitian ini menyarankan perlunya strategi pendukung seperti pelatihan berbicara reflektif, penguatan konsep diri, dan pembiasaan berbicara dalam situasi akademik untuk meningkatkan kepercayaan diri dan keterampilan berbicara mahasiswa.Kata kunci: hermeneutika Schleiermacher, kecemasan sosial, keterampilan berbicara, interpretasi gramatikal, interpretasi psikologis.
Copyrights © 2025