Introduction: Amputasi merupakan sebuah prosedur pengambilan atau pemotongan bagian tubuh yang telah mengalami kerusakan jaringan atau nekrosis. Setelah menjalani amputasi seseorang akan mengalami perubahan anatomi dan fisiologi, maka diperlukan proses rehabilitasi oleh fisioterapi untuk mengoptimalkan proses pemulihan pasca amputasi.Case Presentation: Pasien Tn. I.N.A.N merupakan seorang laki-laki berusia 32 tahun datang dengan keluhan nyeri tak tertahankan dan keterbatasan gerak pada kaki kirinya akibat kecelakaan yang ia alami. Pasien didiagnosa mengalami compartement syndrome ec multiple fracture serta pasien tidak memiliki riwayat penyakit lainnya. Setelah menjalani amputasi pasien tampak lemas, mengeluhkan rasa nyeri (Phantom Pain) dan kesulitan untuk bergerak meskipun dalam keadaan di atas kasur. Pasien lalu mendapatkan rujukan untuk menjalani treatment fisioterapi dengan tujuan nyeri dapat berkurang, mampu menggerakkan anggota tubuh yang mengalami amputasi, dan pasien mampu untuk melakukan kegiatan transfer dan ambulasi.Management and Outcome: Jenis penelitian ini merupakan case report yang memiliki sampel 1 orang pasien laki-laki dengan diagnosis post amputee above knee sinistra ec compartement syndrome ec traumatic injury. Alat ukur yang digunakan yaitu Numeric Pain Rating Scale (NPRS) untuk skala nyeri, goniometer untuk lingkup gerak sendi, Manual Muscle Testing (MMT) untuk tingkat kekuatan otot, meterline untuk lingkar segmen odema, dan Amputee Mobility Predictor (AMP) untuk tingkat kemampuan fungsionalDiscussion: Setelah dilakukan pemberian intervensi oleh fisioterapi sebanyak 3 kali didapatkan hasil bahwa terjadi perubahan yang cukup meningkat pada lingkup gerak sendinya, tingkat nyeri, kekuatan otot, integritas kulit, dan kemampuan fungsionalnyaConclusion: Penelitian ini menunjukkan bahwa intervensi exercise serta massage dapat memberikan peningkatan kemampuan namun tidak signifikan.
Copyrights © 2025