Assessment atau penilaian dapat diartikan sebagai penerapan berbagai cara dan penggunaan beragam alat penilaian untuk memperoleh informasi tentang sejauh mana hasil belajar peserta didik atau keter-capaian kompetensi (rangkaian kemampuan) peserta didik. Inti dari Pendidikan Islam adalah menanamkan napas keislaman yang esensial pada pribadi muslim, yang kemudian termanifestasi dalam perilaku keseharian. Aspek ini diperkokoh melalui penguasaan ilmu pengetahuan yang komprehensif, menjadikannya mampu merespons dan menyelesaikan segala persoalan kontemporer sejalan dengan dinamika zaman. Oleh karena itu, Pendidikan Agama Islam secara khusus berfokus membimbing peserta didik untuk memahami, menginternalisasi, dan mengamalkan ajaran yang bersumber dari Al-Qur’an dan Hadis tanpa menggeser makna aslinya. Kemampuan berpikir kritis sangat penting dalam beragama karena berfungsi sebagai alat untuk mencapai pemahaman yang lebih mendalam, autentik, dan bertanggung jawab atas ajaran agama dan penerapan nya dalam kehidupan nyata. Kemampuan kritis memastikan bahwa praktik keagamaan didasarkan pada nalar sehat dan pemahaman kontekstual, bukan sekadar mengikuti buta atau emosi sesaat. Asesmen tradisional yang biasa di lakukan sering kali gagal mengukur kemampuan siswa dalam menganalisis, mengevaluasi, dan menerapkan ajaran agama dalam konteks kehidupan nyata. Menjawab kesenjangan hal tersebut dibutuhkan inovasi dalam asesmen melalui asesmen autentik berbasis proyek dalam pembelajaran pendidikan agama Islam.
Copyrights © 2025