AbstrakLaboratorium memiliki fungsi dan peran sangat penting terhadap kualitas hasil pembelajaran di Perguruan Tinggi. Hal ini membutuhkan tatakelola keuangan yang profesional, transparan, berkeadilan dan prioritas sesuai kebutuhan nyata di Laboratorium. Penggunaan metode konvensional memiliki berbagai kekurangan sehingga pemilihan metode ABC (Activity Based Cost) mampu memberikan berbagai keunggulan dalam menyusun perencanaan keuangan yang dibutuhkan. Tujuan penelitian untuk menghitung dan melakukan analisis total jumlah biaya yang dibutuhkan selama mahasiswa menjalankan studi di level kesarjanaan kedokteran. Dat dikumpulkan melalui wawancara nara sumber, data keuangan, dan observasi langsung untuk mendukung penyusunan semua aktivitas laboratorium secara nyata. Hasil penelitian membuktikan jumlah total biaya operasional setiap tahun di laboratorium terpadu mencapai Rp.1.376.000.000,- dengan beban biaya setiap mahasiswa sebesar Rp. 12.509.090,- untuk setiap tahun. Sehingga beban tarif yang harus diberikan setiap mahasiswa per bulan sebesar Rp. 1.042.424,-. Kesimpulan penelitian membuktkan bahwa metode ABC lebih efektif dan mampu menggambarkan kebutuhan operasional laboratorium pendidikan di Fakultas Kedokteran Universitas Cenderawasih. Penelitian memberikan manfaat praktis dan data pentinguntuk riset lanjutan khususnya topik perencanaan keuangan laboartorium berbasis aktivitas dan aspek pendukung lainnya.
Copyrights © 2025