Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masalah putus sekolah yang terus meningkat setiap tahun akibat berbagai faktor internal maupun eksternal. Pusat Pelayanan Sosial Bina Remaja Karya Mandiri Bengkel merupakan lembaga sosial di bawah Dinas Sosial Provinsi Nusa Tenggara Barat yang memiliki kewenangan, tugas, dan tanggung jawab dalam merehabilitasi serta memberdayakan remaja putus sekolah maupun remaja yang rentan mengalami masalah sosial. Berdasarkan hal tersebut, peneliti berupaya mengkaji pembinaan remaja putus sekolah dalam pembentukan perilaku sosial di lembaga tersebut, termasuk faktor-faktor penghambat dan pendukung yang memengaruhi proses pembinaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembinaan perilaku sosial remaja putus sekolah di Pusat Pelayanan Sosial Bina Remaja Karya Mandiri dilaksanakan melalui empat bentuk utama, yaitu pembinaan orientasi, pembinaan pengembangan kepribadian, pembinaan kecakapan, dan pembinaan lapangan. Adapun faktor penghambat dalam proses pembinaan meliputi rendahnya kedisiplinan remaja, keterbatasan jumlah pembina, keragaman usia, tingkat pendidikan, latar belakang remaja, serta pergaulan yang kurang terkontrol. Sementara itu, faktor pendukung meliputi ketersediaan anggaran, kegiatan makan malam bersama, kerja sama yang baik antara pembina, pihak luar, dan masyarakat, serta sarana dan prasarana yang memadai. Kata kunci: Pembinaan, remaja, putus sekolah, perilaku sosial
Copyrights © 2025