Pembakaran sampah terbuka di Desa Tengger Kidul masih menjadi praktik umum yang menyebabkan polusi udara dan gangguan kesehatan. Program pengabdian ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat melalui sosialisasi dan implementasi teknologi Smokeless Burning sebagai alternatif pengelolaan sampah minim asap. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif melalui sosialisasi, pelatihan, dan demonstrasi langsung bersama warga dan perangkat desa. Kegiatan dilaksanakan selama satu bulan dengan melibatkan 40 warga , termasuk tokoh masyarakat dan aparatur desa. Hasil menunjukkan bahwa teknologi smokeless burning mampu mengurangi produksi asap hingga 70%, mempercepat proses pembakaran sekitar 30%, serta meningkatkan efisiensi pengelolaan sampah. Antusiasme masyarakat sangat tinggi, dengan 90% peserta menyatakan kesiapan mengadopsi alat tersebut di rumah masing-masing. Program ini diharapkan menjadi solusi berkelanjutan untuk mengurangi polusi udara dan membentuk budaya pengelolaan sampah yang ramah lingkungan
Copyrights © 2025