Pemberian air susu ibu (ASI) eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan berperan penting dalam menurunkan angka kesakitan dan kematian bayi, mendukung tumbuh kembang optimal, serta memperkuat pencapaian indikator kesehatan nasional. Namun, cakupan ASI eksklusif di Indonesia masih berada di bawah target nasional sebesar 80%. Salah satu faktor penyebab utama adalah kondisi ibu bekerja yang menghadapi keterbatasan cuti melahirkan, durasi kerja yang panjang, kelelahan fisik, serta minimnya fasilitas laktasi di tempat kerja. Untuk mengatasi kendala tersebut, dilakukan kegiatan pengabdian masyarakat berupa pelatihan manajemen pengelolaan ASI perah di Posyandu Kemuning I, Desa Alasmalang, Kecamatan Singojuruh, Kabupaten Banyuwangi, sebagai strategi agar ibu bekerja tetap dapat memberikan ASI eksklusif. Kegiatan ini menggunakan desain pra-eksperimental dengan pendekatan one group pretest–posttest untuk menilai efektivitas pelatihan terhadap peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta. Sebanyak 15 peserta yang terdiri atas ibu bekerja, kader kesehatan, dan perwakilan PKK mengikuti kegiatan. Intervensi dilakukan melalui ceramah interaktif, demonstrasi manajemen ASI perah yang mencakup teknik pemerahan, penyimpanan, dan pemberian ASI perah sesuai standar, dilanjutkan dengan simulasi praktik mandiri dan sesi umpan balik. Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan signifikan pengetahuan sebesar 63,47%, dari rata-rata 52,40±18,25 menjadi 85,67±9,80 (p=0,001). Selain itu, 80% peserta mencapai kategori keterampilan baik dalam pengelolaan ASI perah setelah pelatihan. Temuan ini menunjukkan bahwa edukasi partisipatif berbasis praktik efektif meningkatkan kompetensi ibu bekerja dalam manajemen ASI perah dan berpotensi mendukung keberlanjutan pemberian ASI eksklusif
Copyrights © 2025