Tanaman kopi arabika (Coffea arabica) merupakan tanaman perkebunan yang hidup pada dataran tinggi. Hama Penggerek Buah Kopi (Hypothenemus hampei Ferr.) yang selanjutnya disebut PBKo merupakan hama utama pada tanaman kopi, yang dapat menurunkan produktifitas tanaman kopi sebesar 30-60%. Perkembangan populasi PBKo di pengaruhi oleh beberapa faktor yaitu ketinggian lahan, suhu dan kelembapan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tiga ketinggian tempat berbeda terhadap populasi dan intensitas serangan hama PBKo. Tiga ketinggian yang digunakan dalam penelitian ini adalah A = 800-850 mdpl (Desa Sukorejo), B = 1000-1050 mdpl (Desa Rejoagung) dan C = 1250-1300 mdpl (Desa Sempol) Kabupaten Bondowoso. Penelitian dilakukan dengan metode survei (non probability), sehingga dalam pengambilan sampel tidak dilakukan pengacakan dan bersifat subjektif karena faktor yang ingin diteliti merupakan faktor tunggal berupa ketinggian tempat. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan metode purposive sampling, yaitu survei distribusi dan pegamatan unit sampel dilakukan menggunakan metode mutlak (dilihat dari intensitas kerusakan) dengan mengamati lima pohon sampel tanaman kopi seluas 1 Ha. Survei populasi dilakukan menggunakan metode nisbi (perangkap atraktan), survei dilakukan menggunakan satu perangkap untuk luas lahan 1 Ha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa distribusi PBKo pada ketinggian 800-850 mdpl sebesar 67,84 (mengelompok) dan populasi rata-rata sebesar 94,8 individu. Ketinggian 1000-1050 mdpl memiliki hasil distribusi 0,5 (seragam) dan populasi sebesar 13,1 individu. Ketinggian 1250-1300 mdpl memiliki hasil terendah dengan distribusi sebesar 0,75 (seragam) dan populasi sebesar 1,6 individu. Rendahnya distribusi dan populasi PBKo di ketinggian 1250-1300 mdpl dipengaruhi oleh suhu yang rendah dan kelembapan udara yang tinggi. Hasil penelitian menunjukkan kopi arabika yang ditanam pada ketinggian diatas 1000 mdpl memiliki distribusi PBKo seragam dan populasi PBKo rendah, sehingga disarankan untuk menanam kopi arabika pada ketinggian lahan diatas 1000 mdpl.
Copyrights © 2025