Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Survei Pengaruh beberapa Ketinggian Lahan Pertanaman Kopi Arabika terhadap Distribusi dan Populasi Hama Penggerek Buah Kopi PBKo (Hypothenemus Hampei Ferr.) di Kabupaten Bondowoso Ferril Muhammad Nur; Irma Wardati; Abdurrahaman Salim; Rahmawati; Anggita Rizky Fadilah; Dewi Fatmawaty Sabiku; Dewi Puspa Arisandi
Berkala Ilmiah Pertanian Vol. 8 No. 4 (2025): November 2025 (in press)
Publisher : Jember University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/bip.v8i4.53727

Abstract

Tanaman kopi arabika (Coffea arabica) merupakan tanaman perkebunan yang hidup pada dataran tinggi. Hama Penggerek Buah Kopi (Hypothenemus hampei Ferr.) yang selanjutnya disebut PBKo merupakan hama utama pada tanaman kopi, yang dapat menurunkan produktifitas tanaman kopi sebesar 30-60%. Perkembangan populasi PBKo di pengaruhi oleh beberapa faktor yaitu ketinggian lahan, suhu dan kelembapan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tiga ketinggian tempat berbeda terhadap populasi dan intensitas serangan hama PBKo. Tiga ketinggian yang digunakan dalam penelitian ini adalah A = 800-850 mdpl (Desa Sukorejo), B = 1000-1050 mdpl (Desa Rejoagung) dan C = 1250-1300 mdpl (Desa Sempol) Kabupaten Bondowoso. Penelitian dilakukan dengan metode survei (non probability), sehingga dalam pengambilan sampel tidak dilakukan pengacakan dan bersifat subjektif karena faktor yang ingin diteliti merupakan faktor tunggal berupa ketinggian tempat. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan metode purposive sampling, yaitu survei distribusi dan pegamatan unit sampel dilakukan menggunakan metode mutlak (dilihat dari intensitas kerusakan) dengan mengamati lima pohon sampel tanaman kopi seluas 1 Ha. Survei populasi dilakukan menggunakan metode nisbi (perangkap atraktan), survei dilakukan menggunakan satu perangkap untuk luas lahan 1 Ha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa distribusi PBKo pada ketinggian 800-850 mdpl sebesar 67,84 (mengelompok) dan populasi rata-rata sebesar 94,8 individu. Ketinggian 1000-1050 mdpl memiliki hasil distribusi 0,5 (seragam) dan populasi sebesar 13,1 individu. Ketinggian 1250-1300 mdpl memiliki hasil terendah dengan distribusi sebesar 0,75 (seragam) dan populasi sebesar 1,6 individu. Rendahnya distribusi dan populasi PBKo di ketinggian 1250-1300 mdpl dipengaruhi oleh suhu yang rendah dan kelembapan udara yang tinggi. Hasil penelitian menunjukkan kopi arabika yang ditanam pada ketinggian diatas 1000 mdpl memiliki distribusi PBKo seragam dan populasi PBKo rendah, sehingga disarankan untuk menanam kopi arabika pada ketinggian lahan diatas 1000 mdpl.
Effect of amino acid administration on generative growth and brix value of sugarcane plant (Saccharum officinarum L.) Bululawang varieties Irma Wardati; Muhammad Fadrul Afandi; Abdurrahman Salim; Nisa Budi Arifiana; Ferril Muhammad Nur; Ni Nengah Putri Adnyani; Cinantya Anindita, Devina
International Integrated Agricultural Journal (IIAJ) Vol. 1 No. 1 (2025): May 2025
Publisher : KHD Production

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53713/iiaj.v1i1.379

Abstract

Sugarcane (Saccharum officinarum L.) is a strategic crop that is the primary raw material for sugar and has an important role in the economy. Domestic sugar production has not met national needs due to various constraints, such as low yield, poor seed quality, and soil damage due to inorganic fertilizers. The application of amino acids as organic fertilizers can potentially increase sugarcane productivity by improving plant metabolism and soil microbial activity. This study aimed to determine the effect of amino acid administration on generative growth and the Brix value of sugarcane plants (Saccharum officinarum L.). Varieties of sea lining. The research was implemented from February to June 2024 at the Lapang Laboratory, Department of Agricultural Production, Politeknik Negeri Jember. The method used in the study is the Group Random Design (RAK) method, which involves 1 factor, namely, Amino Acid organic fertilizer has four levels of amino acid dosage, namely A0 = Control (without amino acid administration), A1 = Amino Acid 250 ml/polybag, A2 = Amino Acid 500 ml/polybag and A3 = Amino Acid 750 ml/polybag. The data obtained from the research results was analyzed using ANOVA and then further tested using BNJ at the level of 5%. The results of the study found that the application of amino acids to sugarcane plants (Saccharum officinarum L.) had a real effect on the height of the plant at 188 HST, the stem diameter of 218 and 249 HST, and very real on the stem diameter of 188 HST and the root volume of 249 HST. However, the effect was not significant on the plant height of 218 HST, 249 HST, and Brix values.