Tanah berperan penting dalam menjaga keseimbangan siklus air dan karbon, beberapa sifat fisiknya adalah berat isi tanah (bulk density, BD), densitas partikel (ρS), dan porositas (f) . Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan ketiga parameter tersebut untuk memahami implikasinya terhadap fungsi ekologis tanah dan pengelolaan lahan berkelanjutan. Analisis terhadap 11 sampel menunjukkan variasi BD antara 1,29–1,79 g cm⁻³, ρS antara 1,67–3,33 g cm⁻³, dan porositas antara 10,64–56,53%. Hasil menunjukkan korelasi negatif antara BD dan porositas, sedangkan hubungan ρS dan porositas cenderung positif. Nilai BD tinggi menunjukkan kondisi tanah padat dan berpori rendah, sementara ρS yang tinggi pada sampel tertentu berkaitan dengan porositas yang lebih baik akibat dominasi mineral kuarsa dan bahan organik. Pola ini menegaskan bahwa pengelolaan lahan intensif dan penggunaan pupuk anorganik berulang tanpa keseimbangan bahan organik dapat meningkatkan pemadatan dan menurunkan kualitas pori. Dengan demikian, pemantauan jangka panjang terhadap sifat fisika tanah menjadi penting dalam mitigasi degradasi dan perencanaan pengelolaan tanah berkelanjutan.
Copyrights © 2025