Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Soil Water Status On Some Type Of Soil On Coffee Farm Of Central Aceh khairun Purgawa; Darusman Darusman; Syamaun A. Ali
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 1, No 1 (2016): November 2016
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.671 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v1i1.965

Abstract

Abstract The district of Central Aceh is one of district located in the highlands of Gayo. The land and environtmant are very promising which is really potential to development of farming sector primarily coffee plant. Information on moisture groundwater is necessary to improve the potential ground for the coffee plant. Coffee plants are already known suitable developed in the district of Central Aceh. But, information on the status of groundwater in certain kind of soil unavailable, although the availability of water can be done with the irrigation. The results showed that among 3 types of studied soils are that andisol, ultisol and inceptisol and the highest water available is ultisol dominated by a non cultivation. Even andisol having value the availability of water is more stable, this can be seen from the water available that is not very different between land cultivation and non cultivation. While other land types that Ultisol and Inceptisol only have water available on of non cultivation only. If it is associated with the availability of water in the coffee plant is then the Andisol is most suitable because soil water on the two different locations aren’t different .
Evaluasi Kinerja Sub Das Krueng Jreu Kabupaten Aceh Besar Khairun Purgawa; Hairul Basri; Syahrul Syahrul
Rona Teknik Pertanian Vol 15, No 1 (2022): Volume No. 15, No. 1, April 2022
Publisher : Department of Agricultural Engineering, Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/rtp.v15i1.21607

Abstract

Abstrak. Dampak perubahan alih fungsi lahan merupakan kejadian di alam yang perlu dipahami untuk menentukan tindakan yang perlu dilakukan di waktu yang akan datang. Strategi pengelolaan DAS masih membutuhkan suatu inovasi pendekatan hidrologi dan lahan untuk memperbaiki situasi DAS. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja  Sub DAS Krueng Jreu Berdasarkan Permenhut P.61 tahun 2014 tahun tentang Monitoring dan Evaluasi Pengelolaan Daerah Aliran Sungai yang mencakup karakteristik Lahan dan karakteristik hidrologi. Hasil penelitian menunjukan persentase lahan kritis yaitu 2,37% (0,023723 ha), Persentase persentase penutupan vegetasi yaitu 78,61% (18250,64) ha, Indeks Erosi sebesar 0,60, Koefisisien Rejim Aliran (KRA) sebesar 26,62  Koefisien Aliran Tahunan (KAT) didapatkan hasil sebesar 0,056, Muatan Sedimen didapatkan hasil 5,02 ton/ha/tahun, frekuensi banjir adalah 1 kali dalam kurun waktu lima tahun, Indeks Penggunaan Air sebesar 22917,30  m3/thn termasuk dalam kelas sangat baik (0,5). Berdasarkan hasil  skoring 8 Sub kriteria  evaluasi kinerja Sub DAS Krueng Jreu yang meliputi Penggunaan Lahan dan Tata Air maka didapatkan hasil akhir senilai 37,75 dengan katagori sangat baik yang berarti kondisi DAS dalam keadaan sangat baik jika di lihat dari penggunaan lahan dan tata air.Performance Evaluation of Krueng Jreu Sub-watershed, Aceh Besar DistrictAbstract. The impact of changes and land-use changes caused is an event in nature that needs to be understood to determine the actions that need to be taken in the future. The watershed management strategy still requires innovation to improve the watershed situation. This study aims to determine the performance of the Krueng Jreu sub-watershed based on the Regulation of the Minister of Forestry P.61 of 2014 concerning Monitoring and Evaluation of Watersheds which includes hydrological characteristics and characteristics. The results showed that critical land was 2.37% (0.023723 ha), the percentage of vegetation cover percentage was 78.61% (18250.64) ha, the Erosion Index was 0.60, the Flow Regime Coefficient (KRA) was 26.62 The Annual Flow Coefficient (KAT) yields 0.056, Sediment Load yields 5.02 tons/ha/year, the frequency of flooding is 1 time within five years, the Water Use Index is 22917.30 m3/yr included in the very good class. (0.5). Based on the scoring of 8 Sub Criteria for evaluating the performance of the Krueng Jreu Watershed which includes Land Use and Water Management, the final result is 37.75 with a very good category which means the watershed condition is in very good condition when viewed from land use and water management.  
Transformasi Mineral Klei pada Pertanian Intensif: Implikasi terhadap Kesuburan Tanah dan Keberlanjutan R. Ayu Chairunnisya; Retno L Lubis; Yaumil Khairiyah; Khairun Purgawa; Retno Purnama Sari
Berkala Ilmiah Pertanian Vol. 8 No. 1 (2025): Februari
Publisher : Jember University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/bip.v8i1.53699

Abstract

Transformasi mineral klei dalam tanah akibat intensifikasi pertanian memiliki dampak signifikanterhadap kesuburan tanah dan keberlanjutan sistem pertanian. Artikel review ini mengkaji dinamikatransformasi mineral klei yang dipicu oleh praktik seperti pemupukan kimia, irigasi berlebih, danpengolahan tanah intensif. Transformasi ini memengaruhi kapasitas tukar kation, retensi hara, danstabilitas agregat tanah, dengan implikasi jangka panjang terhadap produktivitas dan kesehatan tanah.Kajian literatur dilakukan dengan meninjau publikasi dalam lima tahun terakhir yang berkaitan dengankata kunci "transformasi mineral klei," "evolusi klei pada tanah," dan "pengelolaan tanah pertanianberkelanjutan." Sumber yang dipilih berasal dari basis data ilmiah terkemuka dan mencakup studi yangsecara representatif menggambarkan transformasi mineral klei dalam sistem tanah pertanian sertadampaknya terhadap sifat tanah. Hasil kajian menunjukkan bahwa interaksi antara mineral klei, bahanorganik, dan mikroorganisme dapat mempercepat transformasi mineral, tetapi juga membuka peluanguntuk pengelolaan adaptif yang meningkatkan fungsi tanah. Oleh karena itu, strategi pertanianberkelanjutan berbasis bukti, seperti penggunaan biochar dan pertanian presisi, direkomendasikanuntuk memitigasi dampak negatif transformasi mineral klei dan mendukung keberlanjutan tanah.
Interaksi Fe3+ dan pH terhadap Dispersibilitas Klei Tipe 1:1 pada Tanah Sawah di Kabupaten Bogor R Ayu Chairunnisya; Retno Purnama Sari; Silfi Indrasari; Retno L Lubis; Yaumil Khairiyah; Khairun Purgawa; Iskandar; Dyah Tjahyandari Suryaningtyas
Berkala Ilmiah Pertanian Vol. 8 No. 3 (2025): Agustus 2025
Publisher : Jember University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/bip.v8i3.53714

Abstract

Klei tipe 1:1 seperti kaolinit umumnya memiliki kestabilan dispersi yang tinggi karena muatan permukaan yang relatif rendah, namun keberadaan ion multivalen seperti Fe³⁺ dalam lingkungan tanah dapat memengaruhi perilaku dispersinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh variasi konsentrasi ion Fe³⁺ dan pH terhadap tingkat dispersi klei 1:1 pada tiga jenis tanah, yaitu DRM1, GSR1, dan GSDR1. Metode yang digunakan meliputi pencampuran suspensi tanah dengan larutan FeCl₃ pada berbagai konsentrasi (0,01 M hingga 0,10 mmol L-1) dan pada kisaran pH 5,5–6,5, diikuti dengan pengukuran nilai transmisi menggunakan spektrofotometer sebagai indikator tingkat flokulasi. Hasil menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi Fe³⁺ tidak secara konsisten menurunkan nilai transmisi. Pada DRM1 dan GSDR1, peningkatan konsentrasi Fe³⁺ justru menyebabkan kenaikan transmisi pada pH tertentu, menunjukkan terjadinya dispersi akibat pembentukan kompleks Fe hidroksi bermuatan negatif. Sementara itu, pada GSR1, penurunan transmisi yang lebih stabil diamati, menunjukkan respons tanah yang lebih sesuai dengan teori flokulasi. Temuan ini menunjukkan bahwa ion Fe³⁺ tidak selalu berfungsi sebagai agen flokulan yang efektif bagi klei 1:1, tergantung pada kondisi kimia tanah. Implikasi dari hasil ini penting bagi pengelolaan lahan pertanian, khususnya dalam mencegah degradasi struktur tanah akibat dispersi klei. Pengaturan pH, penambahan amelioran, dan manajemen irigasi yang tepat menjadi strategi penting dalam mempertahankan stabilitas agregat tanah.  
Evaluasi Variasi Porositas Berdasarkan Berat Isi dan Densitas Partikel pada Sampel Tanah Lahan Uji Purgawa, Khairun; Izzati, Raichan; Chairunnisya, Raden Ayu; Zulwanis; Lainufar, Putri Aulia
Berkala Ilmiah Pertanian Vol. 8 No. 4 (2025): November 2025 (in press)
Publisher : Jember University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/bip.v8i4.53735

Abstract

Tanah berperan penting dalam menjaga keseimbangan siklus air dan karbon,  beberapa sifat fisiknya adalah berat isi tanah (bulk density, BD), densitas partikel (ρS), dan porositas (f) . Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan ketiga parameter tersebut untuk memahami implikasinya terhadap fungsi ekologis tanah dan pengelolaan lahan berkelanjutan. Analisis terhadap 11 sampel menunjukkan variasi BD antara 1,29–1,79 g cm⁻³, ρS antara 1,67–3,33 g cm⁻³, dan porositas antara 10,64–56,53%. Hasil menunjukkan korelasi negatif antara BD dan porositas, sedangkan hubungan ρS dan porositas cenderung positif. Nilai BD tinggi menunjukkan kondisi tanah padat dan berpori rendah, sementara ρS yang tinggi pada sampel tertentu berkaitan dengan porositas yang lebih baik akibat dominasi mineral kuarsa dan bahan organik. Pola ini menegaskan bahwa pengelolaan lahan intensif dan penggunaan pupuk anorganik berulang tanpa keseimbangan bahan organik dapat meningkatkan pemadatan dan menurunkan kualitas pori. Dengan demikian, pemantauan jangka panjang terhadap sifat fisika tanah menjadi penting dalam mitigasi degradasi dan perencanaan pengelolaan tanah berkelanjutan.