Pendidikan Al-Qur'an menuntut kualitas bacaan (tahsin) yang tinggi (Tartīl, QS. Al-Muzzammil: 4), sementara kebutuhan akan metode pembelajaran massal yang efektif melahirkan Metode Ummi. Penelitian ini bertujuan menganalisis dan merekonstruksi koherensi langkah-langkah metodologis Metode Ummi dengan prinsip Tartīl dan model pengajaran Nabi Muhammad (Ta'līm Nabawi). Penelitian ini merupakan Kajian Kepustakaan (Library Research) dengan pendekatan kualitatif deskriptif analitis. Data dianalisis menggunakan Analisis Isi Kualitatif terhadap Buku Pedoman Ummi, Al-Qur'an, dan Kutub As-Sunnah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa desain pembelajaran Ummi yang dibangun di atas tiga pilar (Mutu Metode, Mutu Guru, dan Mutu Sistem) sepenuhnya berkoherensi dengan landasan teologi pedagogis Islam. Mutu Metode yang menerapkan talaqqi-musyafahah secara bertahap (tadarruj) adalah implementasi otentik perintah Tartīl untuk menuntaskan hak-hak huruf. Prinsip "mudah dan menyenangkan" (joyful learning) dalam metode ini merupakan representasi nyata dari prinsip Taysīr (kemudahan) dalam Ta'līm Nabawi (HR. Bukhari no. 69). Selanjutnya, Mutu Guru (melalui sertifikasi) dan Mutu Sistem (melalui Munaqasyah) mencerminkan tuntutan Itqān (ketuntasan) dan Muhāsabah (akuntabilitas) keilmuan, yang merupakan ciri khas Ta'līm Nabawi. Kesimpulannya, Metode Ummi tidak hanya efektif secara hasil, tetapi juga memiliki justifikasi syar'i yang kuat. Disarankan adanya penguatan aspek Tarbiyah dan Tadabbur serta studi longitudinal mengenai daya tahan Itqān lulusan.
Copyrights © 2025