Pendidikan menengah yang merata sangat penting untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya di daerah dengan berbagai kondisi geografis seperti Kecamatan Pancur Batu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji sebaran SMA dan SMK, baik negeri maupun swasta, mengevaluasi jumlah sekolah berdasarkan populasi usia 15 hingga 19 tahun, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan ketidakmerataan dalam akses pendidikan di daerah ini. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan analisis spasial menggunakan ArcGis, didukung oleh data sekunder dari BPS, Dinas Pendidikan, dan peta administrasi. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa ada sembilan sekolah menengah yang terdiri dari satu SMA negeri, enam SMA swasta, satu SMK negeri, dan satu SMK swasta. Sekolah-sekolah cenderung terpusat di desa-desa yang berada di sepanjang Jalur Jamin Ginting, sedangkan banyak desa lainnya tidak memiliki sarana pendidikan menengah. Analisis tentang kecukupan sarana menunjukkan bahwa jumlah ideal adalah empat sekolah, sehingga dari segi kuantitas, fasilitas pendidikan cukup tersedia, tetapi tidak terdistribusi secara merata. Ketidakmerataan ini dipengaruhi oleh aksesibilitas, keberadaan sekolah swasta yang dominan, serta keterbatasan dalam pembangunan sekolah negeri
Copyrights © 2025