Multikultura
Vol. 4, No. 4

RAPHAEL SAY DAN <i>NON-TOXIC</i> MASCULINITY DALAM DUNIA MODE PRANCIS

Shabira, Layyina Arifah (Unknown)
Miranda, Airin (Unknown)



Article Info

Publish Date
31 Oct 2025

Abstract

Non-Toxic Masculinity kini menjadi wacana penting dalam merespons maskulinitas tradisional yang kaku dan menekan. Penelitian ini menganalisis bagaimana Raphaël Say, model dan influencer asal Prancis, merepresentasikan bentuk maskulinitas yang lebih inklusif dan gender-fluid melalui platform media sosial Instagram dan TikTok. Dengan menggunakan Analisis Wacana Kritis oleh Fairclough (1995), Semiotika Roland Barthes (1957), dan Teori Performativitas Judith Butler (1990), analisis ini mengungkap bagaimana Raphaël Say membangun narasi maskulinitas baru yang ekspresif, lembut, dan menantang norma gender hegemonik. Melalui visual, gaya berpakaian, bahasa tubuh, serta narasi digital yang ia tampilkan secara konsisten, Say memanfaatkan media sosial sebagai ruang resistensi terhadap konstruksi gender biner dalam industri mode Prancis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa representasi tersebut tidak hanya menjadi bentuk ekspresi diri, tetapi juga praktik sosial yang turut membentuk wacana maskulinitas kontemporer. Temuan ini memperkuat peran media sosial sebagai arena politik budaya yang membuka ruang bagi performa identitas yang lebih cair dan progresif.

Copyrights © 2025






Journal Info

Abbrev

publication:multikultura

Publisher

Subject

Arts Humanities Languange, Linguistic, Communication & Media Library & Information Science Social Sciences

Description

MULTIKULTURA accepts articles on various issues in the humanities, including philosophy, literature, archaeology, linguistics, history, library and information technology and area studies from various cultures in the world through a double-blind peer-review ...