Penelitian di latarbelakangi oleh fenomena ketidakstabilan regulasi emosi pada siswa kelas X SMAN 104 Jakarta, yang terlihat dari respons emosional berlebihan dan kesulitan dalam kerja kelompok. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi bentuk regulasi emosi siswa kelas X di SMAN 104 Jakarta. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi yang menjadi fokus penelitian adalah seluruh siswa kelas X di SMAN 104 Jakarta yang berjumlah 283 responden. Dari sampel tersebut, diambil sebanyak 64 siswa, yang mewakili sekitar (22,6%) dari total populasi. Data dikumpulkan menggunakan angket yang disusun berdasarkan skala Guttman. Hasil perhitungan menggunakan statistik deskriptif dan hasil menunjukkan rata- rata skor regulasi emosi 21,67 dengan mayoritas siswa (62,5%) berada pada kategori sedang, serta kemampuan lebih tinggi pada perempuan (21,95). Simpulan penelitian mengungkapkan perlunya pengembangan keterampilan regulasi emosi bagi remaja, khususnya di lingkungan pendidikan.
Copyrights © 2025