Persepsi sebagai suatu proses penginterpretasian informasi dapat memberikan arti pada suatu tren atau fenomena yang terjadi dalam kehidupan manusia. Penelitian ini mengkaji persepsi mahasiswa Pendidikan Sosiologi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa sebagai generasi z yang diindikasikan mampu memberikan gambaran dan informasi guna membangun pengetahuan terkait fenomena dominasi perempuan dalam pembuatan tren “Marriage is Scary”. Secara sosiologis kemajuan teknologi yang terjadi dalam kehidupan manusia mendorong terjadinya perubahan makna pernikahan. Gambaran kelam pernikahan yang banyak ditampilkan di media sosial memiliki keterkaitan dengan tren “Marriage is Scary”. Tren tersebut merupakan tren yang didominasi oleh generasi z berjenis kelamin perempuan dengan muatan-muatan konten yang menunjukkan bahwa kehidupan pernikahan dipahami sebagai ritual sakral perempuan untuk melepaskan setengah hidupnya untuk anak dan suami serta memberikan gelar baru sebagai pekerja domestik. Meskipun bias gender dalam pernikahan banyak memuat perempuan, namun hubungan yang dijalin tanpa ikatan pernikahan lebih banyak merugikan perempuan. Penelitian ini dilakukan untuk memahami dan mendalami persepsi sehingga dapat membangun pengetahuan serta memperkaya literatur mengenai dinamika gender dalam perspektif sosiologis. Penelitian ini merupakan penelitian yang dilaksanakan dengan menggunakan metode kualitatif pendekatan studi kasus. Berdasarkan pengumpulan data yang diperoleh dari hasil wawancara diperoleh hasil bahwa dominasi perempuan dalam pembuatan tren tersebut terjadi karena perempuan cenderung ditekan oleh apa yang dikonstruksikan masyarakat sehingga menimbulkan ketidaksetaraan, termasuk ketidaksetaraan perempuan dalam pernikahan.
Copyrights © 2025