Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh metode Experiential Learning terhadap kompetensi kewirausahaan siswa kelas 12 di SMK Negeri 2 Majene. Menggunakan pendekatan kuantitatif eksplanatif, sampel terdiri dari 79 siswa yang dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner tertutup berdasarkan indikator kedua variabel. Hasil analisis regresi liniear sederhana menunjukkan bahwa Experiential Learning memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap kompetensi kewirausahaan siswa, dengan nilai signifikansi 0,000 (p < 0,05) dan nilai R² sebesar 0,882. Ini menunjukkan bahwa 88,2% varians dalam kompetensi kewirausahaan dijelaskan oleh penerapan metode Experiential Learning. Temuan ini menunjukkan bahwa melibatkan siswa dalam pengalaman langsung, refleksi, dan eksperimen secara efektif meningkatkan pengetahuan dan sikap kewirausahaan mereka. Metode ini direkomendasikan untuk sekolah kejuruan untuk menumbuhkan keterampilan kewirausahaan praktis di kalangan siswa. Hasil penelitian ini juga mengindikasikan bahwa pembelajaran experiential learning mampu menumbuhkan kompetensi kewirausahaan siswa secara holistik. Siswa tidak hanya memahami konsep bisnis dan manajemen, tetapi juga mengembangkan sikap pantang menyerah, kreativitas, inovasi, kemampuan mengambil keputusan, serta keterampilan komunikasi yang efektif seluruhnya merupakan unsur penting dalam membangun jiwa wirausaha. Berdasarkan keseluruhan hasil ini, dapat disimpulkan bahwa metode pembelajaran experiential learning memiliki pengaruh yang sangat kuat dan signifikan terhadap pengembangan kompetensi kewirausahaan siswa kelas XII SMK Negeri 2 Majene, serta didukung oleh landasan teoritis dan hasil penelitian sebelumnya.
Copyrights © 2026