Indonesia merupakan negara rawan bencana terutama banjir sebagai jenis bencana hidrometeorologi yang paling dominan. Pada musim penghujan, wilayah Sungai Malalayang di Kota Manado bagian Selatan, khususnya di Kelurahan Bahu, kerap mengalami peristiwa banjir. Dalam beberapa tahun terakhir, terutama selama musim hujan pada tahun 2014 dan 2021, debit aliran Sungai Malalayang meningkat secara signifikan sehingga kapasitas sungai tidak lagi memadai untuk menampung debit air tersebut. Banjir di wilayah bagian hilir Sungai Malalayang disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain perubahan penggunaan lahan, pemanfaatan sempadan sungai sebagai permukiman, intensitas curah hujan tinggi, serta adanya pengaruh pasang surut air laut. Oleh karena itu, studi ini bertujuan untuk memodelkan profil aliran Sungai Malalayang menggunakan software HEC-RAS 6.2 guna mengidentifikasi ruas-ruas sungai yang terjadi limpasan serta mengkaji alternatif pengendalian banjir yang tepat melalui pendekatan struktural. Pada studi ini, software HEC-HMS dimanfaatkan untuk perhitungan debit banjir rancangan menggunakan metode Hidrograf Satuan Sintetik SCS. Debit banjir rancangan yang digunakan dalam analisis pemodelan kondisi eksisting adalah sebesar 51,3 m³/detik untuk untuk Q25th. Berdasarkan hasil simulasi aliran kondisi eksisting Q25th diketahui bahwasanya terjadi luapan air di beberapa ruas sungai bagian hilir, oleh karena itu mempertimbangkan kondisi tersebut, dilakukan alternatif pengendalian banjir berupa normalisasi sungai untuk mengatasi banjir di Sungai malalayang.
Copyrights © 2026