Kota Batu yang berada di hulu Daerah Aliran Sungai (DAS) Brantas berperan penting sebagai kawasan resapan air. Namun, pembangunan kawasan hunian seperti Perumahan Parama Panderman Hill telah mengubah lahan terbuka menjadi area terbangun, menyebabkan penurunan daya resap tanah dan peningkatan limpasan permukaan. Kondisi ini menimbulkan risiko genangan apabila tidak disertai perencanaan sistem drainase yang memadai. Penelitian ini bertujuan untuk merancang sistem drainase berwawasan lingkungan berbasis konsep zero delta Q policy, yang menekankan agar pembangunan tidak meningkatkan debit aliran ke saluran drainase kota. Penelitian dilakukan melalui perhitungan debit banjir rencana kala ulang 10 tahun menggunakan metode rasional, serta simulasi sistem drainase dengan dan tanpa sumur resapan menggunakan perangkat lunak SWMM 5.2. Hasil simulasi menunjukkan bahwa skenario penambahan 91 unit sumur resapan (total 170 unit dengan eksisting) mampu menurunkan debit maksimum di outlet 1 sebesar 27,61% dan di outlet 2 sebesar 40,54%, dengan pengurangan debit rata-rata masing-masing sebesar 42,59% dan 46,14% dibanding kondisi tanpa sumur.
Copyrights © 2026