Pelebaran Dermaga IV LCM di Pelabuhan Ketapang, Kabupaten Banyuwangi, dilakukan sebagai respons terhadap meningkatnya arus penumpang dan barang di jalur penyeberangan antara Pulau Jawa dan Bali. Keberhasilan proyek ini sangat ditentukan oleh penerapan manajemen konstruksi yang terencana dengan baik, mulai dari tahap perencanaan, penjadwalan, hingga pengendalian sumber daya demi tercapainya efisiensi waktu dan biaya. Studi ini bertujuan mengkaji beberapa opsi percepatan proyek untuk mencapai efisiensi biaya serta efektivitas durasi pelaksanaan. Terdapat tiga opsi percepatan yang dikaji, yakni penambahan jam kerja bagi pekerja, penambahan kuantitas peralatan berat, serta kombinasi antara keduanya. Hasil studi menunjukkan bahwa penambahan jam kerja tenaga kerja mampu menghasilkan penghematan biaya sebesar 0,71% dengan percepatan durasi sebesar 3,33%. Di sisi lain, penambahan peralatan berat menghasilkan penghematan biaya sebesar 0,33% dengan pemangkasan waktu sebesar 2,50%. Opsi kombinasi mampu menekan biaya sebesar 1,39% serta mempercepat durasi pekerjaan hingga 6,00%. Berdasarkan hasil tersebut, kombinasi penambahan jam kerja dan penambahan alat berat merupakan percepatan yang paling optimal untuk proyek pelebaran Dermaga IV LCM Pelabuhan Ketapang, Kabupaten Banyuwangi berdasarkan pertimbangan aspek biaya dan durasi.
Copyrights © 2026