Kesiapan modernisasi irigasi menggambarkan sejauh mana suatu daerah irigasi memenuhi syarat dan siap untuk melaksanakan modernisasi sistem irigasi secara efektif, efisien, dan berkelanjutan. Penilaian ini meliputi lima pilar Indeks Kesiapan Modernisasi Irigasi (IKMI) berdasarkan kuesioner metode Rapid Appraisal Procedure (RAP) untuk menilai kesiapan modernisasi irigasi di Daerah Irigasi Padi Pomahan dan Menturus. Pengumpulan data dilakukan menggunakan metode Rapid Appraisal Procedure (RAP), sementara penentuan prioritas pilar dilakukan dengan pendekatan Fuzzy Analytical Hierarchy Process (FAHP), sedangkan evaluasi tingkat kesiapan diterapkan dengan pendekatan Simple Additive Weighting (SAW). Hasil penelaahan data bahwa pilar ketersediaan air dan sistem pengelolaan memiliki bobot tertinggi di kedua daerah, namun skor Indeks Kesiapan Modernisasi Irigasi (IKMI) masih berada kategori “cukup” dengan nilai 76,25% untuk Padi Pomahan dan 78,75% untuk Menturus. Kondisi ini mengindikasikan bahwa pelaksanaan modernisasi irigasi harus ditunda dan didahului dengan upaya penyempurnaan sistem selama 1–2 tahun ke depan.
Copyrights © 2026