Modernisasi irigasi merupakan upaya strategis dalam meningkatkan efisiensi, efektivitas, dan keberlanjutan sistem irigasi guna mendukung ketahanan pangan nasional. Penelitian ini memiliki tujun sebagai penentuan skala prioritas dalam kesiapan modernisasi pada Daerah Irigasi Kedungkandang dan Irigasi di Daerah Molek di Kabupaten Malang dengan menggunakan metode Rapid Appraisal Procedure (RAP) yang dipadukan dengan pendekatan Fuzzy Analytical Hierarchy Process (FAHP) serta Simple Additive Weighting (SAW). Penilaian dilakukan berdasarkan lima pilar Indeks Kesiapan Modernisasi Irigasi (IKMI), yaitu: Ketersediaan Air, Infrastruktur Irigasi, Sistem Pengelolaan, Institusi Pengelola, dan Sumber Daya Manusia. Data diperoleh melalui survei kuesioner terhadap delapan kelompok responden yang memiliki peran strategis dalam pengelolaan irigasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa masing-masing daerah irigasi mempunyai ciri serta tingkat kesiapan yang berbeda untuk menghadapi proses modernisasi. Daerah Irigasi Kedungkandang menunjukkan prioritas utama pada aspek infrastruktur irigasi, sedangkan Daerah Irigasi Molek membutuhkan peningkatan signifikan pada aspek sumber daya manusia. Hasil penelitian ini memberikan masukan penting bagi pemangku kebijakan dan tahapan implementasi modernisasi irigasi secara bertahap dan berbasis kebutuhan. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam penyusunan strategi pengembangan irigasi yang lebih adaptif dan partisipatif di masa mendatang.
Copyrights © 2026