Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi bagaimana optimalisasi sudut baca mempengaruhi kemampuan literasi di kalangan siswa sekolah dasar. Latar belakang dari penelitian ini didasarkan pada fakta bahwa tingkat literasi membaca di Indonesia masih tergolong rendah. Fenomena ini menjadi perhatian serius, mengingat literasi membaca merupakan salah satu keterampilan dasar yang sangat penting dalam perkembangan pendidikan dan pengetahuan masyarakat. Rendahnya kemampuan membaca tidak hanya berdampak pada individu, tetapi juga berpengaruh pada kemajuan sosial dan ekonomi negara secara keseluruhan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen, melibatkan dua kelompok, yaitu kelompok eksperimen yang mendapatkan perlakuan optimalisasi sudut baca dan kelompok kontrol tanpa perlakuan. Data dikumpulkan melalui kuesioner, observasi, dan wawancara terhadap siswa dan guru, kemudian dianalisis menggunakan teknik statistik deskriptif dan inferensial. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada kelompok eksperimen, dengan minat baca meningkat sebesar 40% dan skor tes literasi naik 15 poin, dibandingkan kelompok kontrol yang hanya meningkat 10% dan 3 poin. Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap keberhasilan tersebut meliputi ketersediaan buku yang beragam, desain sudut baca yang nyaman, serta kegiatan interaktif seperti membaca bersama dan diskusi buku. Temuan ini menegaskan bahwa optimalisasi sudut baca dapat menjadi strategi efektif dalam mendukung Gerakan Literasi Sekolah (GLS) dan membangun budaya membaca di sekolah dasar.
Copyrights © 2025